MPC Media — Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Berbagai platform digital digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, mengikuti tren, hingga mengekspresikan diri.
Di satu sisi, media sosial memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkelola dapat menghadirkan tekanan psikologis, terutama ketika remaja mulai membandingkan dirinya dengan orang lain.
Karena itu, perhatian orang tua terhadap kesehatan mental remaja menjadi semakin penting di tengah kehidupan digital.
Perubahan Perilaku Perlu Diperhatikan
Menurut Aziz Aminudin, M.Pd, Trainer & Profesional Hipnoterapi dari MPC Training Center dan Griya Hipnoterapi MPC, orang tua tidak cukup hanya mengawasi berapa lama anak menggunakan gawai.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya durasi penggunaan media sosial, tetapi juga perubahan perilaku dan emosi anak setelah berinteraksi dengan dunia digital,” kata Aziz.
Perubahan seperti menjadi lebih mudah marah, menarik diri dari keluarga, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, sulit tidur, atau terlihat terus-menerus memikirkan komentar orang lain perlu diperhatikan.
Perubahan tersebut tidak otomatis berarti seorang remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, kondisi yang berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari layak menjadi perhatian lebih lanjut.
Jangan Langsung Menghakimi
Salah satu tantangan orang tua adalah membangun komunikasi yang membuat remaja merasa aman untuk bercerita.
Ketika anak menyampaikan masalah, respons berupa kemarahan, perbandingan dengan anak lain, atau langsung menyalahkan penggunaan media sosial dapat membuat komunikasi semakin tertutup.
“Remaja membutuhkan ruang untuk didengar. Orang tua dapat memulai dengan bertanya apa yang dirasakan anak, bukan langsung memberikan penilaian,” ujar Aziz.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat membantu orang tua memahami tekanan yang sedang dihadapi anak, termasuk persoalan pertemanan, sekolah, kepercayaan diri, maupun pengalaman di media sosial.
Ajarkan Remaja Mengenali Emosinya
Orang tua juga dapat membantu remaja mengenali hubungan antara penggunaan media sosial dengan kondisi emosinya.
Misalnya, apakah setelah melihat unggahan tertentu anak merasa termotivasi atau justru merasa rendah diri? Apakah komentar di media sosial membuatnya terus memikirkan penilaian orang lain?
Kemampuan mengenali emosi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.
Remaja juga perlu memahami bahwa apa yang tampil di media sosial bukan gambaran lengkap kehidupan seseorang. Foto, video, pencapaian dan gaya hidup yang terlihat di layar merupakan bagian tertentu yang dipilih untuk ditampilkan.
Orang Tua Perlu Hadir, Bukan Sekadar Mengawasi
Pengawasan terhadap penggunaan gawai tetap penting, tetapi hubungan yang hangat antara orang tua dan anak tidak kalah penting.
Membuat kesepakatan mengenai waktu penggunaan gawai, menjaga rutinitas tidur, mendorong aktivitas fisik, menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga, serta memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara tanpa takut dihakimi dapat menjadi bagian dari pola pengasuhan di era digital.
“Anak bukan hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan kehadiran orang tua. Ketika hubungan komunikasi terbangun, anak memiliki tempat untuk kembali ketika menghadapi tekanan,” jelas Aziz.
Jika perubahan emosi dan perilaku berlangsung terus-menerus serta mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, orang tua dapat mempertimbangkan konsultasi dengan tenaga atau profesional yang sesuai.
Bagi masyarakat Brebes yang membutuhkan pendampingan terkait masalah pikiran, perilaku dan mental, Griya Hipnoterapi MPC menyediakan layanan Profesional Hipnoterapi dengan pengalaman sejak 2012.
Konsultasi dapat dilakukan secara aman dan rahasia melalui 0858-6767-9796. Griya Hipnoterapi MPC beralamat di Perumahan K1001 Pintu No. 96 RT 06/RW 09, Pasarbatang, Brebes.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kesehatan mental remaja menjadi tanggung jawab bersama. Media sosial tidak harus menjadi musuh, tetapi perlu digunakan dengan kesadaran, batasan dan pendampingan yang tepat.
Bagi orang tua, perhatian sederhana seperti mendengarkan cerita anak, memahami perubahan perilakunya dan menyediakan ruang komunikasi dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental remaja di era digital.
Supported by : GRIYA HIPNOTERAPI MPC Daftar / Ajukan Jadwal : s.id/daftarhipnoterapi







