About Me

header ads

Terlalu Lama Bermain Media Sosial, Bagaimana Pengaruhnya terhadap Pikiran dan Emosi?

 

MPC Media – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, bekerja, hingga mencari hiburan kini dapat dilakukan hanya melalui layar ponsel.

Namun, kebiasaan bermain media sosial terlalu lama juga perlu diperhatikan. Paparan berbagai informasi, komentar, video, maupun perbandingan kehidupan dengan orang lain dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan merespons emosi.

Terlalu sering berpindah dari satu konten ke konten lainnya dapat membuat pikiran terus berada dalam kondisi menerima rangsangan. Akibatnya, seseorang bisa merasa sulit beristirahat secara mental meskipun secara fisik sedang tidak melakukan aktivitas berat.

Menurut Aziz Aminudin, M.Pd, Trainer & Profesional Hipnoterapi dari MPC Training Center dan Griya Hipnoterapi MPC, persoalan bukan semata-mata pada media sosial, tetapi pada bagaimana seseorang menggunakannya.

“Media sosial pada dasarnya hanyalah alat. Yang perlu diperhatikan adalah pola penggunaannya. Ketika seseorang terus-menerus mencari stimulasi dari layar, pikiran bisa terbiasa berada dalam kondisi aktif dan sulit berhenti,” ujar Aziz.

Ia menjelaskan, salah satu dampak yang dapat muncul adalah meningkatnya kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Di media sosial, seseorang umumnya melihat bagian kehidupan orang lain yang sudah dipilih untuk ditampilkan.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa kehidupannya kurang baik, kurang berhasil, atau tertinggal dibandingkan orang lain.

“Yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Tetapi pikiran dapat memberikan respons emosional terhadap apa yang dilihat berulang-ulang,” katanya.

Selain persoalan perbandingan sosial, penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat membuat perhatian mudah terpecah. Seseorang mungkin merasa sulit berkonsentrasi pada pekerjaan, belajar, membaca, atau berinteraksi langsung dengan keluarga karena terbiasa mendapatkan rangsangan singkat secara terus-menerus.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menjadi pola yang berlangsung otomatis. Setiap merasa bosan, gelisah, atau tidak nyaman, tangan secara spontan mencari ponsel dan membuka media sosial.

Aziz mengatakan, mengenali pola tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat.

“Tidak harus langsung berhenti menggunakan media sosial. Yang lebih penting adalah mulai menyadari kapan kita membuka media sosial, untuk tujuan apa, dan bagaimana kondisi pikiran serta emosi setelah menggunakannya,” jelasnya.

Ia menyarankan masyarakat memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat, misalnya dengan mengatur waktu penggunaan media sosial, mengurangi paparan konten yang memicu emosi negatif, serta menyediakan waktu untuk aktivitas tanpa layar.

Bagi sebagian orang, persoalan penggunaan media sosial juga dapat berkaitan dengan masalah psikologis atau pola perilaku yang sudah berlangsung cukup lama. Dalam kondisi seperti ini, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memahami pola pikiran dan perilaku yang dialami.

Di Kabupaten Brebes, masyarakat yang membutuhkan layanan profesional dapat mengenal Griya Hipnoterapi MPC, layanan profesional hipnoterapi yang telah berpengalaman sejak 2012.

Griya Hipnoterapi MPC berada di Perumahan K1001 Pintu No. 96, RT 06/RW 09, Pasarbatang, Brebes. Layanan ini dapat menjadi tempat konsultasi bagi masyarakat yang ingin memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan pikiran, perilaku, dan kondisi emosional.

“Setiap orang memiliki pengalaman dan pola yang berbeda. Karena itu, proses konsultasi perlu dilakukan secara profesional, aman, dan menjaga kerahasiaan klien,” ujar Aziz.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau melakukan konsultasi dengan Griya Hipnoterapi MPC dapat menghubungi 0858-6767-9796.

Di tengah semakin kuatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan mengelola perhatian dan emosi menjadi bagian penting dari menjaga keseimbangan diri.

Media sosial dapat memberikan banyak manfaat. Namun, penggunaannya tetap perlu disertai kesadaran agar teknologi menjadi alat yang membantu kehidupan, bukan justru membuat pikiran terus-menerus berada dalam tekanan.

Supported by : GRIYA HIPNOTERAPI MPC Daftar / Ajukan Jadwal : s.id/daftarhipnoterapi